MAJENE, LINGKARMANDAR.COM – Rembuk Stunting yang melibatkan berbagai pihak menunjukkan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi beban satu sektor atau instansi tertentu.
Selain itu, untuk menyatukan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, masyarakat umum, dan lembaga desa dalam satu forum untuk membahas dan merumuskan solusi masalah stunting di tingkat desa.
Rembuk Stunting juga merupakan bagian dari upaya konvergensi, yaitu pendekatan terpadu dan terkoordinasi dari berbagai sektor untuk menangani stunting. Hal ini penting karena stunting merupakan masalah kompleks yang membutuhkan intervensi dari berbagai bidang, seperti kesehatan, gizi, pendidikan, dan sosial.

Upaya percepatan penurunan stunting, adalah salah satu langkah strategis, yang menjadi prioritas nasional. Sehingga rembuk stunting wajib dilaksanakan di setiap desa, sebagai upaya konvergensi untuk menangani masalah stunting.
Seperti yang dilaksanakan Pemerintah Desa Palipi Soreang Kecamatan Banggae bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD beserta anggota, Tenaga ahli pendamping desa dan dihadir para Kadus dan Ketua RT, para ketua dan kader posyandu, KPM, Tokoh masyarakat, Bidan desa, Tokoh agama dan tokoh pendidik di Aula Kantor Desa Palipi Soreang, Kamis (31/07/2025).
“Hasil dari rembuk Stunting, berupa usulan program dan kegiatan, kemudian akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk memastikan adanya anggaran dan pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting di Desa Palipi Soreang,” tutur Najib Muchdar Pj Kepala Desa Palipi Soreang.
Untuk kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lanjutnya, juga terus dilaksanakan, berupa pemberian sayuran, telur, susu bagi ibu hamil dan lainnya. “Kegiatan sweeping posyandu juga kita lakukan, dengan kunjungan petugas kesehatan dan kader posyandu ke rumah bayi dan balita yang tidak hadir di Posyandu untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang dan pemberian imunisasi,” tuturnya.
Dikatakan, rembuk stunting diharapkan menghasilkan komitmen bersama dan rencana aksi untuk penanganan stunting, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.
“Rembuk stunting, tentu kita berharap terjadi peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, dan deteksi dini stunting,” harapnya. (tim)








