MAJENE, LINGKARMANDAR.COM – Kolaborasi pemanfaatan potensi wilayah untuk saling menutupi defisit komoditas pangan pokok memang sangat penting.
Kolaborasi ini, untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat setempat.
Seperti kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene bersama Pemkab Pinrang Sulawesi Selatan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat ketahanan pangan daerah di ruang Rapat Bupati Pinrang, Senin (13/07/2026).
Nota kesepahaman itu, ditandatangani Bupati Majene Dr. H. Andi Achmad Syukri bersama Bupati Pinrang Irwan Hamid didampingi sejumlah pejabat kedua daerah.
Andi Syukri menyampaikan, kolaborasi kedua daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjadi upaya nyata dalam mengendalikan inflasi.
“Melalui kerjasama ini, tidak hanya berbagi pengalaman dan keunggulan antar daerah, tetapi juga membangun sinergi yang konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan kedua daerah,” urainya.
Sementara, Bupati Pinrang Irwan Hamid menyambut baik inisiatif Pemkab Majene dan diharapkan sinergi antar daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kita sepakat untuk saling berkolaborasi guna mempercepat pembangunan daerah melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki, khususnya di sektor pertanian yang menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional,” harapnya.
Dipaparkan, dalam ruang lingkup kesepakatan, mencakup enam poin utama, meliputi pengembangan produksi komoditas pangan strategis, penyediaan dan pertukaran data pangan, kerjasama distribusi dan pemasaran hasil pertanian, pengembangan teknologi dan inovasi pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, serta kerjasama investasi sektor pertanian.
“Kesepakatan bersama ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun sejak ditandatangani dan akan ditindaklanjuti secara teknis melalui Perjanjian Kerjasama dari perangkat daerah terkait dari kedua kabupaten,” ungkapnya. (aco)








