MAJENE – Kesiapsiagaan menghadapi bencana sangat penting untuk mengurangi risiko cedera, korban jiwa, serta kerusakan harta benda.
Karena bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik dari faktor alam atau non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Kesiapsiagaan merupakan tindakan yang dilakukan sebelum terjadinya bencana untuk mengurangi risiko, meminimalkan dampak, dan memastikan respons yang efektif.
Pernyataan ini, dituturkan Bupati Majene Dr. H. Andi Achmad Syukri saat memimpin kegiatan Simulasi Penanganan Bencana yang digelar di Lapangan Makodim 1401 Majene, Kamis (03/09/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Majene, Kodim 1401 Majene, BPBD dan para relawan. Simulasi mengangkat skenario penanganan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di daerah ini.
“Pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Apalagi Majene berada di salah satu jalur yang rawan bencana. Kita tidak bisa menolak bencana, tapi kita bisa siap. Simulasi ini untuk menguji SOP dan kekompakan kita,” tegas Bupati dua periode itu.
Komandan Kodim 1401 Majene Letkol Czi. Aji Setyawan, S.H. menyampaikan apresiasi. TNI siap bersinergi dengan Pemda, personel dan alat sudah kami siagakan 24 jam untuk membantu masyarakat saat bencana,” ujar Aji Setyawan.
Ditempat yang sama, Kepala BPBD Majene Suardi yang hadir dalam kegiatan kni menjelaskan, terdapay beberapa tahap dalam simulasi. “Diantanya, pra-bencana, saat bencana, dan pasca bencana. “Fokus kita hari ini adalah kecepatan evakuasi dan koordinasi antar instansi,” ujarnya. (rls/hmn)








