MAJENE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene melakukan koordinasi ke Balai Penataan Bangunan dan Kawasan (P2BK) Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (01/09/2026).
Sekretaris BPBD Majene Mas’ud bersama rombongan disambut Pejabat Pembuat Komitmen P2BK Sulbar, Faris Rizki di Kantor Balai P2BK di Mamuju.
Koordinasi ini dilakukan menyusul meluasnya dampak kekeringan akibat El Nino di sejumlah desa di Majene. “Sejumlah wilayah sudah mengalami krisis air bersih dan mengancam lahan pertanian warga,” terang Mas’ud.
Dijelaskan, kegiatan koordinasi adalah mengusulkan bantuan infrastruktur penanggulangan kekeringan jangka panjang.
“Kami tidak bisa hanya mengandalkan droping air bersih. Ini harus ada solusi permanen seperti pembangunan embung, sumur bor, dan penampungan air hujan di desa-desa rawan,” ujarnya.
BPBD Majene memaparkan data 8 kecamatan terdampak kekeringan yang kini mulai kekurangan air bersih.
Menanggapi, PPK P2BK Sulbar Faris Rezki menyatakan kesiapan bersinergi. “Kita memiliki program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) serta pembangunan infrastruktur sumber daya air. (adv)








