‎Dinkes Majene Wujudkan Pelayanan Kesehatan Yang Ramah

MAJENE, LINGKARMANDAR.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Majene resmi memperkenalkan sekaligus mengajak seluruh jajaran pegawai serta masyarakat untuk menerapkan budaya pelayanan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) sebagai standar perilaku dalam memberikan pelayanan di seluruh lingkungan instansi dan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Majene.

‎Program yang digagas langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, M.Pemb. Adm, ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Melalui penerapan budaya 5S, Dinas Kesehatan ingin menciptakan suasana pelayanan yang lebih humanis, nyaman, profesional, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.

‎Menurut Yuliani, pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kelengkapan sarana dan prasarana maupun kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga dari sikap, etika, dan cara melayani masyarakat. Karena itu, budaya 5S diharapkan menjadi karakter yang melekat dalam setiap aktivitas pelayanan, Senin (22/06/2026).

‎Dalam pedoman yang telah dipublikasikan, budaya 5S dijabarkan secara sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Senyum menjadi simbol keramahan yang harus mengawali setiap pelayanan agar masyarakat merasa diterima dengan baik. Salam merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa yang mencerminkan sikap menghargai setiap orang yang datang. Sapa menjadi sarana membangun komunikasi yang hangat sehingga masyarakat merasa diperhatikan dan dipedulikan.

‎Sementara itu, Sopan diwujudkan melalui perilaku yang santun, penampilan yang rapi, serta penghormatan kepada setiap orang tanpa membedakan latar belakang. Sedangkan Santun menekankan pentingnya empati, keikhlasan dalam membantu, serta menjunjung tinggi etika dalam setiap tindakan pelayanan.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, menegaskan bahwa budaya 5S bukan sekadar slogan ataupun aturan yang dipasang di dinding kantor, melainkan komitmen bersama dalam membangun pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

‎”Kami ingin setiap warga yang datang mencari pelayanan kesehatan di Majene merasa dihargai, nyaman, dan dilayani dengan sepenuh hati. Pelayanan yang baik adalah cerminan kinerja kita, dan budaya 5S adalah langkah awal untuk mencapai standar pelayanan yang profesional, ramah, berkualitas, dan berintegritas,” ujar Yuliani.

‎Ia menambahkan, seluruh pegawai Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan di puskesmas, hingga petugas di berbagai unit pelayanan diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai tersebut secara konsisten dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

‎Budaya pelayanan 5S juga menjadi bagian dari penguatan visi pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, yakni “Melayani dengan Hati, Bekerja dengan Integritas, Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat.” Visi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi semboyan, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku seluruh aparatur kesehatan saat memberikan pelayanan.

‎Gerakan ini sejalan dengan semangat pembangunan daerah melalui program “Sehat Masyarakat Majene Hebat”, yang menempatkan peningkatan mutu pelayanan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Dengan pelayanan yang semakin ramah, cepat, dan berintegritas, masyarakat diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih baik saat mengakses layanan kesehatan.

‎Dinas Kesehatan Kabupaten Majene berharap budaya 5S dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh puskesmas, puskesmas pembantu, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai tersebut diyakini akan menciptakan budaya kerja yang positif, mempererat hubungan antara petugas dan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Majene secara menyeluruh.

‎Melalui gerakan ini, Dinas Kesehatan Majene menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, humanis, dan terpercaya, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari setiap pelayanan kesehatan yang diberikan. (adv)

Baca Juga  Asraf Sosialisasi Penggunaan BOSP 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *