MAJENE – Dalam rangka menjaga kekompakan dan kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Bencana(BPBD) Kabupaten Majene menggelar Apel Satgas Darurat Bencana.
Apel dipimpin Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Majene Suardi, S.Ag,M.Pd, diikuti puluhan personel gabungan dari TRC, Tagana, Damkar, Orari, Basarnas dan Polri yang digelar di Halaman Kantor BPBD Majene, Senin (21/09/2026).
“Apel ini bukan seremonial. Ini untuk cek kekuatan. Kita harus solid, kompak, dan tahu siapa berbuat apa saat bencana datang,” tegas Suardi.
Ia menjelaskan, Kabupaten Majene masuk daerah rawan bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data yang ada, 8 kecamatan rawan musibah brncana khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutala) yang tertinggi di Sulawesi Barat.
“Kekompakan adalah kunci. Peralatan canggih tidak ada gunanya kalau timnya tidak kompak. Mulai hari ini kita samakan frekuensi,” ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris BPBD Majene, Mas’ud, ST, MT menuturkan, setelah apel diharapkan bisa menciptakan iklim yang baik dalam birokrasi pemerintahan. “Dengan apel begini kita jadi saling memahami tugas pokok kita.,” katanya.
Apel dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama dengan tim Satgas Darurat Bencana. (adv)








