Jajaran Puskesmas Banggae I Kenakan Batik Sutra Mandar

MAJENE, LINGKARMANDAR.COM – Kebersamaan keluarga besar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Banggae I dalam balutan seragam batik sutra Mandar.

Hal ini menjadi simbol kekompakan, kebanggaan budaya, dan semangat pelayanan kepada masyarakat. Seragam ini dikenakan setiap hari Kamis dalam pelaksanaan dinas harian sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan Pemerintah Kabupaten Majene yang mewajibkan seluruh instansi menggunakan seragam bercorak khas sutra Mandar.

Baca Juga  Kestabilan Harga Kebutuhan Pokok, Andi Syukri Lakukan Sidak

Dengan motif dan warna yang disesuaikan dengan identitas masing-masing instansi, penggunaan seragam ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan antarpegawai, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal, khususnya kain sutra Mandar yang menjadi warisan kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat.

Baca Juga  Pesan Menohok Pjs Bupati Majene Habibi saat Rakor Evaluasi Pembangunan Daerah 2024

Melalui penggunaan seragam dinas bercorak sutra Mandar, diharapkan nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan semakin dikenal luas, sekaligus menunjukkan bahwa budaya daerah dapat tampil elegan, modern, dan profesional dalam lingkungan kerja pemerintahan. Semangat melayani masyarakat pun semakin terasa hangat dengan sentuhan budaya khas daerah yang sarat makna dan kearifan lokal.

Baca Juga  Pjs. Bupati Majene Tandatangani Komitmen Pemda Rencana Konsolidasi Tanah di Majene

“Melestarikan budaya, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan semangat pelayanan untuk masyarakat.” terang dr.Hj.Surijanti Jaddu, Kepala Puskesmas Banggae I Majene, Kamis (21/05/2026). (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *