MAJENE, LINGKARMANDAR.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada Rabu (01/04/2026).
Hal itu, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program di tingkat puskesmas sekaligus memperkuat tata kelola data kesehatan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur penting di lini pelayanan, mulai dari bidan koordinator, admin entry KIA pada aplikasi SIGIZI Kesga Terpadu, hingga penanggung jawab skrining bayi baru lahir (BBL) dari seluruh puskesmas di Kabupaten Majene. Kehadiran para peserta ini dinilai krusial untuk memastikan keselarasan pemahaman dan implementasi program di lapangan.
Melalui Bimtek ini, Dinas Kesehatan Majene menitikberatkan pada penyamaan persepsi terkait definisi operasional (DO) indikator Program KIA.
Langkah tersebut dilakukan guna menghindari perbedaan interpretasi yang selama ini berpotensi memengaruhi akurasi pelaporan dan capaian indikator kinerja program.
Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi bersama terhadap berbagai kendala yang dihadapi dalam proses penginputan data, khususnya pada aplikasi SIGIZI Kesga Terpadu.
Permasalahan teknis maupun non-teknis yang muncul di tingkat puskesmas dibahas secara terbuka untuk dicarikan solusi yang efektif dan aplikatif.
Dalam sesi penguatan materi, peserta mendapatkan pendalaman terkait mekanisme pencatatan dan pelaporan data sasaran bayi baru lahir. Penekanan diberikan pada pentingnya ketepatan input data bayi yang mendapatkan pelayanan maupun skrining di puskesmas, termasuk melalui pemanfaatan tautan pelaporan yang telah disediakan oleh sistem.
Dinas Kesehatan Majene menegaskan bahwa kualitas data merupakan fondasi utama dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan kesehatan.
Dengan data yang akurat dan terintegrasi, intervensi program KIA diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, seluruh pengelola program diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman yang seragam, tetapi juga mampu meningkatkan disiplin dan ketelitian dalam pelaporan.
Ke depan, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan optimalisasi sistem informasi kesehatan akan terus menjadi fokus utama guna mendukung pelayanan KIA yang lebih berkualitas di Kabupaten Majene. (adv)








