MAJENE, LINGKARMANDAR.COM – Peningkatan kegiatan museum, tentu diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan budaya, pendidikan, dan rekreasi yang menarik serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
Berbagai upaya dalam mewujudkan visi museum sebagai pusat pelestarian nilai sejarah dan perjuangan telah dilakukan. Seperti Museum Mandar Majene. Hal itu untuk peningkatan melalui inovasi pelayanan publik berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Kini, Museum Mandar Majene yang dinakhodai Susanna S sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Mandar Majene menggelar sejumlah kegiatan Museum Mandar Majene.
Kegiatan itu, melalui Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik BOP-MTB 2025 bekerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Majene.
Susanna S menjelaskan, Kementerian Kebudayaan meningkatkan kegiatan museum melalui DAK untuk meningkatkan kualitas pengelolaan museum dan taman budaya, termasuk pengelolaan koleksi, program publik, dan pemeliharaan sarana prasarana.
“Dengan adanya dukungan DAK, Museum Mandar Majene dapat lebih optimal dalam menjalankan peran sebagai pusat pelestarian budaya, pendidikan, dan rekreasi,” tutur Susanna, Selasa (19/08/2025).
Disebutkan, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya konserpasi koleksi museum, pembersihan benda-benda koleksi museum, belajar bersama di musem siswa tingkat SD se Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, Pameran tenun koleksi museum, museum masuk sekolah di setiap kecamatan.
“Semua kegiatan yang kita laksanakan, khususnya kegiatan permuseuman di buka Kepada Disbudpar Majene Ahmad Jamaan dihadiri jajaran Disbudpar Majene bersama para panitia,” pungkasnya. (ikn)








