MAJENE, LINGKARMANDAR.COM — STIKes Bina Bangsa Majene dan STIE Yapman Majene kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
Kegiatan tersebut dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, kedua perguruan tinggi ini menunjukkan peran nyata dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Labuang Utara, Kabupaten Majene, dengan mengusung Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Di ketuai oleh Tuty Alawiyah, bersama anggota tim Jamila Kasim dan M. Ramli Sahur, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut.
Fokus utama dari pengabdian ini adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, kualitas produk, dan pengelolaan usaha, serta memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas dengan mendorong penerapan prinsip bisnis berkelanjutan. Program ini dilaksanakan dalam empat tahap, yang mencakup koordinasi, asesmen kebutuhan, dan penggunaan alat teknologi untuk pengolahan minyak Lomoq Mandar.

“Diharapkan, melalui program ini, UMKM di Kabupaten Majene dapat berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas produk, dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal,” ujar Tuty Alawiyah.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh mitra dan masyarakat setempat. STIKes Bina Bangsa Majene dan STIE Yapman Majene menegaskan bahwa mereka tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan nyata. Diharapkan kemitraan ini dapat berlanjut setelah pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pihak-pihak terkait, program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan di kelurahan. Untuk mendukung pengembangan UMKM, program ini juga melibatkan pelatihan keterampilan dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Para peserta diajarkan tentang manajemen keuangan, pemasaran digital, dan teknik produksi yang efisien. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, diharapkan para pelaku UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif dan meningkatkan daya tarik produk mereka di mata konsumen,” ungkapnya.
Selain itu, STIKes Bina Bangsa Majene dan STIE Yapman Majene berkomitmen untuk memfasilitasi akses pasar bagi produk-produk lokal. Melalui kemitraan dengan berbagai platform e-commerce dan jaringan distribusi, produk UMKM diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen, baik di tingkat regional maupun nasional. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. (mbr)








