Peringatan HSP ke 97, Andi Asraf: Pemuda Bukan Pelengkap Sejarah

MAJENE, LINGKARMANDAR.COM – Pemuda harus menjadi pelaku utama perubahan, bukan sekadar penonton di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene Andi Asraf Tammalele pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97.

“Semangat baru kepada generasi muda untuk terus berani bermimpi besar, pantang menyerah, dan bekerja keras membangun masa depan bangsa,” ungkap Andi Asraf, Kamis (30/10/2025).

Semangat Sumpah Pemuda lanjutnya, tidak hanya diingat sebagai peristiwa sejarah, tetapi harus dihidupkan dalam setiap langkah dan karya nyata generasi muda saat ini.

“Kita ingin pemuda Majene menjadi generasi yang tangguh, berani menghadapi tantangan zaman dengan bekal ilmu pengetahuan, kerja keras, dan kejujuran. Jangan pernah menyerah, karena setiap kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” paparnya.

Baca Juga  Langkah Terbaik: 355 Sarjana IAI DDI Polewali Mandar Menapaki Jalan Pengabdian

Hal itu, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan menekankan agar para pemuda Indonesia tidak takut bermimpi besar dan tidak takut gagal.

“Pemuda bukan pelengkap sejarah, tetapi penentu arah sejarah berikutnya. Semangat ini harus kita tanamkan sejak dini di lingkungan sekolah, kampus, dan masyarakat,” pintanya.

Dikemukakan, pentingnya pendidikan karakter di kalangan pelajar dan mahasiswa, agar semangat Sumpah Pemuda tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi nilai hidup sehari-hari.

“Bahwa tantangan zaman digital tidak hanya pada kemampuan teknologi, tetapi juga pada integritas dan tanggung jawab moral. Percuma pintar kalau tidak jujur. Pemuda hebat adalah yang bisa memadukan kecerdasan, integritas, dan kepedulian sosial,” tuturnya.

Baca Juga  Rektor Unsulbar Serahkan SK Pengangkatan dari Kemendikti Saintek Kepada 92 CPNS Dosen Formasi 2024

Andi Asraf juga mengajak para pendidik untuk menjadi inspirasi bagi para siswa. Guru dan tenaga pendidik diminta untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, serta semangat pantang menyerah di setiap proses belajar mengajar.

“Peran guru sangat penting. Dan bukan hanya pengajar, tapi pembentuk karakter bangsa. Semangat Sumpah Pemuda akan terus hidup,” ujarnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan mengusung semangat baru bagi seluruh komponen bangsa, termasuk di Kabupaten Majene.

Melalui berbagai kegiatan kepemudaan, olahraga, dan pendidikan, Pemerintah Daerah berupaya memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

“Majene butuh pemuda yang kreatif, inovatif, dan cinta tanah air. Pemuda yang tidak hanya berpikir untuk diri sendiri, tapi juga untuk kemajuan masyarakatnya,” pesannya.

Baca Juga  Halal Bi Halal 2025,IKA Smansa 165/I Majene Memperkuat Silaturahmi

Dikatakan, momentum Sumpah Pemuda menjadi refleksi bersama untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan.

“Sumpah Pemuda adalah simbol persatuan. Di tengah perbedaan suku, bahasa, dan agama, kita tetap satu dalam cita-cita membangun Indonesia yang maju. Mari jadikan semangat itu sebagai energi untuk melangkah lebih jauh,” ajaknya.

Ia berharap, agar setiap pemuda di daerahnya mampu menjadi contoh dalam berperilaku dan berprestasi, karena masa depan Majene dan Indonesia ada di tangan generasi muda hari ini.

“Kita tidak boleh puas dengan apa yang ada sekarang. Pemuda Majene harus menjadi bagian dari sejarah kemajuan bangsa. Karena seperti pesan Presiden Prabowo, kita bukan pelengkap sejarah, tapi penentu sejarah berikutnya,” tandasnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *