Dinkes Majene Validasi Alat Antropometri di Posyandu

MAJENE, LINGKARMANDAR.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Majene melakukan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan menggelar kegiatan validasi dan pengecekan alat antropometri di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kelurahan Rangas, Senin (06/04/2026).

Kegiatan ini menyasar Posyandu Amanah, Posyandu Sipatongan, serta Pustu ILP Kelurahan Rangas. Fokus utama kegiatan adalah memastikan seluruh alat ukur yang digunakan dalam pemantauan status gizi, khususnya bagi bayi dan balita, telah sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

Validasi dilakukan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor 1919 Tahun 2022 tentang standar alat antropometri. Standarisasi ini dinilai krusial untuk menjamin keakuratan data pengukuran, yang menjadi dasar dalam penentuan intervensi program perbaikan gizi di masyarakat.

Baca Juga  Qodrat Rahman Hakim Jadi Pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Dalam proses pengecekan, tim juga menemukan sejumlah alat yang tidak memenuhi standar. Terhadap temuan tersebut, petugas langsung melakukan penarikan alat dari lokasi posyandu. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Dinas Kesehatan dalam menjaga mutu pelayanan sekaligus memastikan validitas data yang dihasilkan di lapangan.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pejabat teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, antara lain Penanggung Jawab (Pj.) Gizi Kabupaten, Pj. ASPAK, serta Pj. Alat Kesehatan/Aset. Mereka secara langsung melakukan pemeriksaan kondisi alat, kesesuaian spesifikasi, hingga kelayakan penggunaan di lapangan.

Baca Juga  BRI BO Cabang Majene Beri Santunan Korban' Kebakaran di Segeri

Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menegaskan bahwa penggunaan alat antropometri yang terstandar merupakan fondasi penting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan perbaikan status gizi masyarakat. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

Selain itu, para pengelola posyandu juga diimbau untuk rutin melakukan pengecekan dan pemeliharaan alat kesehatan yang digunakan, serta memastikan seluruh prosedur pelayanan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  WR I Baru Resmi Bertugas, Siap Dorong Pembaruan Sistem Akademik Unsulbar

“Kami ingin memastikan bahwa setiap data yang dihasilkan benar-benar akurat, karena itu akan sangat menentukan arah intervensi gizi ke depan,” ujar salah satu perwakilan tim di sela kegiatan.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus diperluas ke posyandu lainnya di wilayah Kabupaten Majene. Hal ini dilakukan guna menjamin pemerataan standar pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat sistem pemantauan gizi masyarakat secara menyeluruh. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *