MAJENE, LINGKARMANDAR.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Majene melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Terpadu bagi pengelola program kesehatan reproduksi (Kespro) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Selasa (31/03/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Majene yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Bimtek tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengelola program Kespro, khususnya layanan bagi calon pengantin (Catin) dan keluarga berencana (KB), serta peningkatan kualitas implementasi MTBS di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Para peserta yang terdiri dari pengelola program Catin, KB, dan MTBS mendapatkan pembekalan terkait strategi pelaksanaan program yang efektif dan terintegrasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian indikator program di masing-masing wilayah kerja.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah materi strategis disampaikan, mulai dari penguatan teknis layanan, peningkatan kualitas data dan sistem pelaporan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang berbasis pada kondisi riil di lapangan.
Hal ini diharapkan mampu mendorong terciptanya perencanaan program yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Pihak penyelenggara menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar pengambilan kebijakan serta peningkatan mutu layanan kesehatan. Dengan data yang valid dan berkualitas, intervensi program diharapkan dapat lebih tepat sasaran, khususnya dalam upaya menurunkan angka kesakitan pada ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil Bimtek secara konsisten di wilayah kerja masing-masing.
Penguatan kapasitas ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Majene secara menyeluruh.
Ke depan, sinergi antarprogram dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di tingkat layanan dasar diharapkan terus diperkuat guna menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. (adv)








