Dorong Layanan Promotif dan Preventif, Dinkes Majene Perkuat Program Kesehatan Tradisional di Puskesmas

MAJENE, LINGKARMANDAR.COM – Dinas Kesehatan kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis kearifan lokal melalui kegiatan Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Tradisional (Kestrad) yang digelar pada (01/04/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat pertama di masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali implementasi program kesehatan tradisional di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam arahannya, Dinas Kesehatan menghimbau seluruh Puskesmas agar mengoptimalkan kembali pelaksanaan Kestrad sebagai bagian integral dari upaya promotif dan preventif.

Baca Juga  Program Kemendikbudristek, Museum Mandar Majene Gelar Sejumlah Kegiatan

Program kesehatan tradisional dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu fokus utama yang didorong adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pencegahan penyakit secara alami.

Selain itu, integrasi pelayanan kesehatan tradisional ke dalam sistem layanan Puskesmas diharapkan mampu memberikan alternatif pengobatan yang aman, bermanfaat, dan berbasis bukti.

Baca Juga  Pjs. Ketua PKK Majene, Fransica Voltri Habibi Hadiri Peringatan HKG PKK ke-52

Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan penguatan terkait pentingnya pembinaan berkelanjutan, pemantauan program, serta sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan Kestrad di masing-masing wilayah kerja.

Hal ini dinilai krusial untuk memastikan program berjalan efektif, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala.

Melalui koordinasi ini, Dinas Kesehatan berharap pelaksanaan program kesehatan tradisional di seluruh Puskesmas dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Pemdes Palipi Soreang Realisasi Program PMT Dan Pemberian Sembako

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang holistik dengan menggabungkan pendekatan modern dan tradisional.

Dengan langkah tersebut, Dinas Kesehatan menegaskan perannya dalam mendorong pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional yang tidak hanya aman dan bermanfaat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sebagai bagian dari sistem kesehatan masyarakat. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *