Jelang Idul Adha 1446 Hijriyah, Ketapang Gelar GPM di Baruga

MAJENE, LINGKARMANDAR – Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di daerah.

Kegiatan GPM merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Selain itu, GPM juga menstabilkan pasokan dan harga pangan, menekan inflasi, memitigasi dampak kenaikan harga pangan, membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah, membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif.

Seperti digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah-2025 Masehi di Lapangan Baruga Kelurahan Baruga Kecamatan Banggae Timur, Sabtu (31/05/2025).

Baca Juga  Rudy Serahkan BLT Tahap III 2025

“Kegiatan GPM ini bukan sekadar pasar murah biasa, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat Majene pada umumnya masyarakat Sulbar,” terang Hj. Muzrifah Nur Kepala Dinas Ketahanan Pangan Majene.

Diuraikan, terdapat sejumlah jenis kebutuhan pokok dengan harga terjangkau pada kegiatan GPM, berupa beras, minyak goreng, telur, terigu, bawang merah, bawang putih dan cabai serta jenis lainnya.

Baca Juga  Zoom Meeting, Andi Rita Harap Maksimalkan Penurunan Stunting

“GPM ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan menjelang Idul Adha di Kelurahan Baruga,” tuturnya.

Dijelaskan, program GPM sudah beberapa kali dilaksanakan dengan lokasi yang berbeda, seperti di pelataran Gedung Boyang Assamalewuang, serta di lokasi lainnya di Kabupaten Majene.

“Kita akan melanjutkan program GPM di beberapa lokasi lainnya, seperti Kecamatan Sendana, Lapangan Prasamya Majene, dan di depan Bulog Majene,” sebutnya.

Baca Juga  Pjs. Bupati Majene Tandatangani Komitmen Pemda Rencana Konsolidasi Tanah di Majene

Dipaparkan, GPM di Majene tidak hanya membantu warga kurang mampu, tetapi merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

“Pelaksanaan GPM karena banyaknya permintaan masyarakat dengan mebyediakan bahan pangan pokok strategis yang murah dan berkualitas,” ungkapnya. (ilm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *