Publikasi Museum Mandar Majene, Tingkatkan Eksistensi Budaya Mandar

MAJENE, LINGKARMANDAR.COM – Proses komunikasi yang melibatkan media massa sebagai perantara untuk menjangkau banyak orang dalam memberikan berita dan fakta terkini.

Pers mempunyai peranan yang penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah. Dan sebagai pilar keempat bagi demokrasi serta memiliki fungsi, yaitu sebagai alat kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

Keterlibatan media massa, juga diperlukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Majene dalam penyampaian informasi atau publikasi tentang kegiatan Permuseuman melalui media yang merupakan langkah strategis untuk meningkatkan eksistensi dan daya tarik museum di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga  CHF 2024, Ardiansyah Paparkan Keberagaman Kebudayaan

Hal ini disampaikan Kepala Disbudpar Majene Ahmad Jamaan pada kegiatan Publikasi Museum Melalui Media Cetak dan Elektronik yang digelar di Museum Mandar Majene, Senin (22/12/2025).

“Pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola museum, serta pendamping pemandu museum dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya Mandar agar tetap lestari dan dikenal secara nasional maupun internasional,” pintanya.

Senada juga disampaikan Sekretaris Disbudpar Majene Muhammad Afiat Mulwan saat menyampaikan sejumlah materi di Museum Mandar Majene. Ia menjelaskan berbagai strategi publikasi yang efektif, mulai dari pemanfaatan media sosial, hingga kerjasama dengan media massa.

Baca Juga  Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

“Pengelola dan pendamping pemandu museum perlu memiliki kemampuan dasar dalam menyusun informasi yang menarik, dan komunikatif agar pesan kebudayaan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ulasnya.

Dikemukakan, kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan secara optimal. Media sosial, website, dan media elektronik menjadi sarana penting dalam memperkenalkan museum sebagai pusat pengetahuan dan identitas budaya daerah.

Ditempat yang sama, Kepala UPTD Museum Mandar Majene Suzanna besama Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Disbudpar Majene Muhammad Irsyan mengucap apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Publikasi Museum melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik BOP MTB Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Baca Juga  Pjs. Bupati Majene Buka Bimtek Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

“Kita berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan museum serta memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi budaya Mandar,” harapnya.

Kegiatan publikasi museum dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi interaktif yang melibatkan pendamping pemandu Museum, Tammalele. Para peserta dari sejumlah awak media.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Disbudpar Majene berharap Museum Mandar Majene semakin dikenal luas, serta mampu menjadi sarana pelestarian dan promosi budaya Mandar yang berkelanjutan melalui pemanfaatan media yang efektif dan inovatif,” pintanya. (ikn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *