MAJENE, LINGKARMANDAR.COM — Pondek Pesantren Miftahul Jihad Tande Kelurahan Tande Kecamatan Banggae Timur, kini makin berkembang.
Pemimpin Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande Ustad Tamrin mengatakan, di Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande ada dua jenis pembayaran yaitu pembelajaran formal tingkat pertama ada SMP Islam Miftahul Jihad berafiliasi dengan dinas pendidikan, dan kemudian diatasnya ada Madrasah Aliyah juga berafiliasi dengan dinas pendidikan.
” Masing masing tingkatan ini memiliki dua kurikulum, dimana kalau pembelajaran pagi diajarkan sesuai kurikulum pemerintah, ada pun kegiatan sore dan malam ada kurikulum pondok, lebih banyak menyangkut keagamaan seperti Bahas Arab, tahfidz Al Qur’an, dan lainnya,” ungkapnya.
Di Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande memang dilakukan perpaduan antara kurikulum formal dengan ke agamaan. Tujuannya untuk menciptakan generasi pemuda yang memiliki ilmu yang seimbang antara agama maupun pengetahuan formal.
“Disamping mereka dapat ilmu agama mereka juga mendapatkan ilmu seperti sekolah formal lainnya, agar anak anak kita memiliki nilai ples dan bisa diandalkan, untuk membawa kemajuan untuk Indonesia,” ungkapnya.
Miftahul Jihad Tande memiliki Santri yaitu SMP 97 orang sementara untuk Aliyah 73 orang. Berdirinya Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande memiliki akta notaris 24 April tahun 2000. Namun perintisannya akhir tahun 1999.
Santri berasal dari berbagai daerah ada santri lokal Majene, ada dari Polman, Mamuju, ada dari Kalimantan, Sulsel. “Jadi santri kita sudah dikenal dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Ia berharap, agar pemerintah dapat ambil bagian dalam menyiapkan sarana dan prasarana. Agar pesantren ini bisa menjadi lebih baik. “Saat ini tidak ada lagi dikotomi antara pendidikan negeri dengan swasta semua sama haknya, maka.kami sangat berharap baik dari Pemda Majene maupun Pemprov Sulbar hingga pusat agar dapat membangun kemitraan dengan kami, supaya anak anak kami bisa memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik,” pungkasnya. (mbr)








